Abstract:
Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang rendah dapat menghambat keberhasilan
menyusui dan meningkatkan risiko masalah gizi pada bayi. Salah satu terapi komplementer
yang banyak digunakan untuk membantu meningkatkan produksi ASI adalah daun katuk
(Sauropus androgynus). Daun katuk mengandung steroid, polifenol, flavonoid, dan senyawa
laktagoga yang berpotensi meningkatkan kadar prolaktin serta mendukung proses laktasi.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti ilmiah
mengenai efektivitas konsumsi daun katuk dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu
menyusui. Metode: Penelitian menggunakan desain literature review dengan alur PRISMA.
Penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan SINTA
menggunakan kerangka PICOS, rentang publikasi 2016–2026, serta penilaian kualitas
menggunakan JBI Critical Appraisal. Dari 200 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 15
jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil dan pembahasan: Sebanyak 15 jurnal terdiri
atas 9 jurnal internasional dan 6 jurnal nasional; desain penelitian meliputi RCT 8 jurnal
(53%), kuasi eksperimen 6 jurnal (40%), dan studi kasus 1 jurnal (7%). Secara konsisten,
konsumsi daun katuk dalam bentuk ekstrak kapsul, sayuran/rebusan, biskuit, minuman,
maupun kombinasi galaktagog menunjukkan peningkatan produksi ASI, volume ASI, kadar
prolaktin, dan/atau kelancaran pengeluaran ASI. Beberapa penelitian melaporkan
peningkatan produksi ASI sebesar 50,7%, peningkatan volume ASI 79,6%, peningkatan
volume sebesar 45,53 ml, serta hasil bermakna secara statistik dengan nilai p<0,05.
Kesimpulan: Konsumsi daun katuk (Sauropus androgynus) efektif secara statistik dan
klinis dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui, termasuk pada ibu dengan
produksi ASI rendah. Daun katuk berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer dalam
praktik keperawatan dengan memperhatikan bentuk sediaan, dosis, dan durasi konsumsi.