Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai hasil penerapan model Problem Based Learning melalui pendekatan Deep Learning berbasis Metacognitive Self-Regulation pada Materi Perubahan dan Pencemaran Lingkungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2026 di SMAN 3 Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain two group pretest-posttest. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa Kelas X yang terdiri atas 11 kelas, dengan sampel Kelas X.E.11 sebagai kelas eksperimen dan Kelas X.E.10 sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kemampuan berpikir kritis yang diukur mencakup indikator memberikan penjelasan sederhana, menyimpulkan, serta mengatur strategi dan taktik. Instrumen penelitian berupa tes tulis yang terdiri atas 6 butir soal esai. Data dianalisis menggunakan uji N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan uji t’ (t-aksen). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,60 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,26 (kategori rendah). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t’hitung > t’tabel (6,73 > 2,76). Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning melalui pendekatan Deep Learning berbasis Metacognitive Self-Regulation dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Perubahan dan Pencemaran Lingkungan.