| dc.contributor.author | Septa Arya Gumilang, Bima | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-08T09:07:52Z | |
| dc.date.available | 2026-07-08T09:07:52Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-08 | |
| dc.identifier.other | Bima Septa Arya Gumilang | |
| dc.identifier.uri | http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/8923 | |
| dc.description.abstract | Dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia, hukum tidak selalu dipahami dan dijalankan semata-mata sebagai seperangkat aturan tertulis. hukum justru hidup dalam bentuk kebiasaan dan keyakinan. Salah satu fenomenanya adalah praktik pernikahan mendadak di hadapan jenazah orang tua, sebagaimana di Desa Pajaten, Kec. Sidamulih, Kab. Pangandaran. Akad dilakukan dalam waktu yang singkat setelah orang tua meninggal, bahkan sebelum prosesi pemakaman dilaksanakan.Adapun yang menjadi identifikasi masalahnya adalah bagaimanakah tinjauan yuridis dan kendala serta upaya Terhadap Tradisi Pernikahan Mendadak Dihadapan Jenazah Orang Tua Dihubungkan Dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Sebagaimana Diubah Dengan UndangUndang Nomor 16 Tahun 2019 (Studi Kasus di Desa Pajaten, Kec. Sidamulih, Kab. Pangandaran)?. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif analitis, yaitu metode penelitian yang menggambarkan dan menginterprestasi objek secara sistemik fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat serta menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Dan teknik pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan dan penelitian lapangan dengan observasi lapangan dan wawancara. Hasil pembahasan dan kesimpulan yang didapat berdasarkan hasil penelitian ini Terhadap Tradisi Pernikahan Mendadak Dihadapan Jenazah Orang Tua Dihubungkan Dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Sebagaimana Diubah Dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 (Studi Kasus di Desa Pajaten Kec. Sidamulih Kab. Pangandaran), yaitu sebagai berikut: Di KUA Desa Pajaten terdapat 3 data pasangan yang melakukan perkawinan dihadapan jenazah orang tua yaitu Pasangan Suratman, Vina dan Titi. Kendala yang terjadi yaitu sebagai berikut: a. kendala administratif yang membuat kedua pasangan tidak diiringi dengan kesiapan dokumen administratif, b. adanya tekanan psikologis dan situasional karena pernikahan yang dilakukan dalam suasana duka, c. Kuatnya kepercayaan adat karena adanya warisan tradisi. Upaya yang dapat dilakukant: a. Masyarakat yang akan melaksanakan pernikahan di hadapan jenazah orang tua perlu pemahaman mengenai pentingnya pencatatan perkawinan, b. Aparat pencatat nikah khususnya dalam situasi-situasi mendesak seperti pernikahan mendadak akibat peristiwa kematian, aparat pencatat nikah harus fleksibilitas pelayanan, c. Menempuh itsbat nikah bagi orang yang melakukan pernikahan di hadapan jenazah yang tidak dicatatkan. | en_US |
| dc.description.sponsorship | Rusydi, Ibnu; Hardiman, M, Dindin | en_US |
| dc.language.iso | en | en_US |
| dc.publisher | Fakultas Hukum | en_US |
| dc.subject | Pernikahan mendadak; Jenazah orang tua | en_US |
| dc.title | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERNIKAHAN MENDADAK DIHADAPAN JENAZAH ORANG TUA DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 2 UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN SEBAGAIMANA DIUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 (Studi Kasus di Desa Pajaten Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |