Abstract:
Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang berisiko
menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan
tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Tamansari
Tasikmalaya. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan
pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 42 lansia usia 60–74 tahun yang
dipilih secara random sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (21
responden) dan kelompok kontrol (21 responden). Kelompok intervensi diberikan
terapi relaksasi otot progresif sesuai SOP selama 7 hari, sedangkan kelompok
kontrol hanya mendapatkan perawatan rutin tanpa intervensi relaksasi. Instrumen
yang digunakan adalah SOP terapi relaksasi otot progresif dan pengukuran tekanan
darah menggunakan tensimeter terkalibrasi. Analisis data menggunakan uji
Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan median tekanan darah
sistolik kelompok intervensi menurun dari 140 mmHg menjadi 123 mmHg dan
diastolik dari 91 mmHg menjadi 80 mmHg dengan p-value 0,000 (p<0,05). Pada
kelompok kontrol, penurunan tekanan darah tidak menunjukkan perubahan yang
signifikan (p>0,05). Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan
kontrol (p=0,001). Disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif berpengaruh
signifikan
dalam menurunkan tekanan darah lansia hipertensi dan
direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis dalam pelayanan
keperawatan komunitas.