Abstract:
ADE LISNAWATI. 2025. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Gula
Aren (Studi Kasus Di Desa Kawungsari Kecamatan Salawu Kabupaten
Tasikmalaya). Dibawah bimbingan Agus Yuniawan Isyanto dan Jeti Racmawati
Aren (Arenga pinnata) adalah tanaman industri yang hampir seluruh bagian
tanaman ini dapat diolah dan bernilai jual yang cukup tinggi. Nira aren sejak lama
telah menjadi bahan yang dikonsumsi untuk pemanis alami dalam olahan makanan.
Tanaman aren dapat ditemukan di hutan serta tersebar di beberapa tempat alami
seperti di pinggiran sungai maupun di daerah pedesaan. Tujuan dari penelitian ini
adalah: (1) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi gula aren di Desa
Kawungsari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. (2) Rata-rata produksi
gula aren di Desa Kawungsari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya dalam
satu kali proses produksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah survey dengan mengambil kasus di Desa Kawungsari
Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Jumlah petani aren yang
mengusahakan gula aren di Desa Kawungsari Kecamatan Salawu Kabupaten
Tasikmalaya sebanyak 70 orang, sehingga seluruh perajin gula aren dijadikan
responden. Rancangan analisis data dan uji hipotesis menggunakan Analisis
Korelasi Rank Spearman dengan menggunakan variabel produksi, tenaga kerja,
harga jual, umur, ukuran keluarga, dan pengalaman berusaha. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa : (1) Umur petani nira dan pengalaman berusaha berpengaruh
positif tidak signifikan terhadap hasil produksi gula aren. Hal ini diindikasikan
dengan nilai signifikansi yang lebih dari ambang batas dan nilai koefisien korelasi
yang bernilai positif. (2) Tenaga kerja berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap
hasil produksi gula aren. Hal ini diindikasikan dengan nilai signifikansi yang lebih
dari ambang batas dan nilai koefisien yang bernilai negatif. (3) Jumlah nira dan
harga jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi gula aren. Hal
ini diindikasikan dengan nilai signifikansi yang kurang dari nilai ambang batas dan
nilai koefisien korelasi yang bernilai positif.