Abstract:
Pembelajaran sejarah di Sekolah Dasar pada era sekarang khususnya di Indonesia menghadapi banyak tantangan, terutama berkaitan dengan konten sejarah yang terkesan kering dan membosankan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kebijakan kurikulum untuk mata pelajaran sejarah di SD yang digabungkan menjadi IPAS, minimnya inovasi yang dilakukan oleh pendidik dalam mengelola pembelajaran sejarah di kelas, dimana materi sejarah yang disampaikan masih fokus pada materi yang ada di buku paket, sehingga masih belum mengimplementasikan nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Berbanding terbalik denngan kondisi pembelajaran sejarah yang ada di Malaysia. Pembelajaran sejarah di Malaysia menjadi mata pelajaran wajib yang sudah terpisah dengan mata pelajaran lain dan diajarkan mulai dari kelas 4 SD. Mata pelajaran sejarah menjadi salah satu mata pelajaran wajib yang menentukan kelulusan ujian siswa. Namun dibalik kurikulum yang mendukung, terdapat permasalahan lain yang dihadapi, yaitu keterbatasan waktu pembelajaran karena hanya 1 jam/minggu, sulitnya jangkauan internet juga mempengaruhi kualitas pembelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas, maka diperlukan inovasi dalam proses pembelajaran yaitu dengan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran sejarah di sekolah dasar. Pembelajaran sejarah berbasis budaya baik di Indonesia dan Malaysia efektif dilaksanakan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian-penelitian terdahulu yang sudah dilaksanakan dan hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunjukan adanya peningkatan rasa nasionalisme dikalangan peserta didik dari 50% menjadi 75%.