Abstract:
Melon sebagai komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan
potensi pengembangan yang menjanjikan memerlukan strategi pengembangan yang
tepat melalui konsep agrowisata untuk meningkatkan pendapatan petani dan
menarik minat wisatawan, seperti yang dikembangkan di Agrowisata Petik Melon
Sendiri di Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan)
pada agrowisata petik melon sendiri. (2) Mengindentifikasi faktor eksternal
(peluang dan ancaman) pada agrowisata petik melon sendiri. (3) Merumuskan
alternatif strategi yang tepat pada pengembangan agrowisata petik melon sendiri di
Green Organic Farm. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan
pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling
dengan 6 responden yang terdiri dari pemilik, penanggung jawab, pegawai, dan
pengunjung konsisten Green Organic Farm Analisis data menggunakan metode
SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil analisis SWOT
menunjukkan bahwa Agrowisata Petik Melon Sendiri berada pada posisi Kuadran
I (strategi agresif) dengan kekuatan utama berupa biaya masuk gratis dan peluang
utama berupa dukungan masyarakat. Sehingga direkomendasikan strategi
pertumbuhan agresif (growth oriented strategy) yang memfokuskan pada strategi
S-O (Strengths-Opportunities) meliputi memanfaatkan kekuatan lokasi yang
mudah dijangkau dan konsep agrowisata edukatif untuk menarik kunjungan,
mengoptimalkan kekuatan “sering mengikuti bazar” sebagai jaringan awal untuk
menjalin mitra baru, memanfaatkan tren gaya hidup sehat masyarakat dengan
mengonsumsi produk organik. Diharapkan strategi ini dapat meningkatkan
keberlajutan Agrowisata Green Organic Farm ke depan.