Abstract:
Yeti Herawati. 2026. “Supervisi Akademik Kepala Sekolah Berbasis Umpan
Balik untuk Meningkatkan Kinerja Guru (Studi Kasus di SD Negeri 3
Sukanagara Kabupaten Pangandaran)”.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan supervisi
akademik kepala sekolah yang masih menjadi permasalahan dalam peningkatan
kinerja guru di sekolah dasar, termasuk di SD Negeri 3 Sukanagara Kabupaten
Pangandaran. Supervisi yang dilakukan cenderung bersifat administratif dan belum
sepenuhnya berbasis umpan balik yang konstruktif, sehingga belum memberikan
dampak maksimal terhadap perbaikan praktik pembelajaran. Padahal, supervisi
akademik berbasis umpan balik memiliki peran penting dalam membantu guru
melakukan refleksi dan pengembangan profesional secara berkelanjutan. Oleh karena
itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pelaksanaan supervisi akademik kepala
sekolah berbasis umpan balik dalam meningkatkan kinerja guru. Adapun tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan: 1) Perencanaan
supervisi akademik berbasis umpan balik, 2) Pelaksanaan supervisi melalui observasi
pembelajaran, 3) Proses pemberian umpan balik reflektif, dan 4) Tindak lanjut
supervisi dalam meningkatkan kinerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Teknik
pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan
informan pengawas, kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Teknik analisis data
dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah
berbasis umpan balik di SD Negeri 3 Sukanagara telah mencakup tahap perencanaan,
pelaksanaan observasi, pemberian umpan balik, dan tindak lanjut supervisi.
Perencanaan supervisi dilakukan secara sistematis melalui penentuan tujuan,
indikator, dan instrumen supervisi. Pelaksanaan supervisi dilakukan melalui observasi
pembelajaran secara langsung untuk memperoleh data objektif. Pemberian umpan
balik dilakukan secara dialogis, reflektif, dan konstruktif berdasarkan hasil observasi.
Tindak lanjut supervisi dilakukan melalui pembinaan, diskusi, dan perbaikan
pembelajaran. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu
ditingkatkan, terutama dalam konsistensi pelaksanaan dan optimalisasi tindak lanjut
supervisi agar lebih berkelanjutan dan berdampak signifikan terhadap peningkatan
kinerja guru.