Abstract:
Yati Nurhayati. 2026. “PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI LEADER
DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU
(Studi Kasus di SDN 4 Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis)”.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum berperannya Kepala Sekolah Sebagai
Leader dalam Meningkatkan Kompetensi Profesionalisme Guru di SDN 4 Panjalu
Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis yang dibuktikan dengan belum opimalnya
penguasaan materi ajar, kemampuan mengembangkan bahan ajar, penerapan metode
pembelajaran, pemanfaatan media dan teknologi, serta kemampuan evaluasi
pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui,
menganalisa dan mengkaji berikut : 1) Strategi peran kepala sekolah sebagai leader
dalam meningkatkan kompetensi profesionalisme guru di SDN 4 Panjalu; 2)
Program peran kepala sekolah sebagai leader dalam meningkatkan kompetensi
profesionalisme guru di SDN 4 Panjalu; 3) Pengambangan peran kepala sekolah
sebagai leader dalam meningkatkan kompetensi profesionalisme guru di SDN 4
Panjalu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi observasi (pengamatan), interview (wawancara), dan dokumentasi. Teknik
analisis data yang dilakukan secara interaktif melalui proses reduksi data (data
reduction), penyajian data (data display), dan pengambilan keputusan
(verification).Adapun informan dalam penelitian ini adalah Pengawas, Kepala
Sekolah dan 4 orang Guru SDN 4 Panjalu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1)
Kepala sekolah sebagai leader di SDN 4 Panjalu berperan dalam meningkatkan
profesionalisme guru melalui pembinaan, supervisi akademik, pemberdayaan,
motivasi, penguatan budaya sekolah, dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan
dengan pendekatan humanis, kolaboratif, serta memberikan ruang inovasi dan
apresiasi bagi guru. 2) Program peran kepala sekolah dilaksanakan melalui strategi
terarah seperti supervisi, diskusi reflektif, PKB, komunitas belajar, dan
pendampingan guru untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dalam
peningkatan profesionalisme. 3) Pengembangan peran kepala sekolah dilakukan
secara berkelanjutan melalui budaya reflektif, pelatihan, dan komunikasi terbuka,
sehingga meskipun terdapat hambatan waktu, kesiapan guru, dan sarana, program
tetap berjalan efektif dengan dukungan lingkungan kerja yang suportif.