Abstract:
Yana Mardiyana. (2026). Kepala Sekolah Sebagai Penggerak Inovasi Guru Dalam
Implementasi Pembelajaran Mendalam (Studi Kasus di SD Negeri Ciandum Kecamatan
Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya). Tesis. Program Studi Magister Administrasi
Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Galuh.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah tantangan SD Negeri Ciandum sebagai salah
satu satuan pendidikan di wilayah Cipatujah yang berupaya mengembangkan pembelajaran
yang lebih inovatif dan bermakna. Namun, implementasi pembelajaran mendalam masih
menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kompetensi guru, fasilitas
teknologi, dan budaya belajar yang belum merata. Peran kepala sekolah sebagai penggerak
inovasi menjadi kunci dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut melalui
kepemimpinan pedagogis, visi yang jelas, serta strategi berbasis aset sekolah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui: 1) Mendeskripsikan bentuk peran kepala sekolah sebagai
penggerak inovasi guru dalam implementasi pembelajaran mendalam; 2) Mengidentifikasi
faktor pendukung dan penghambat inovasi guru di sekolah; dan 3) Menganalisis dampak
peran kepala sekolah sebagai penggerak inovasi guru serta pengembangan strategi kedepan
untuk mrningkatkan kualitas dalam impelementasi pembelajaran mendalam. Penelitian
menggunakan metode deskriptif kualitatif jenis studi kasus, data diperoleh melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, pengawas, dan
peserta didik. Hasil menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil bertransformasi dari
manajer administratif menjadi pemimpin instruksional melalui empat strategi utama:
membangun psychological safety, menyediakan dukungan fasilitas dan anggaran,
menerapkan supervisi berbasis coaching dalam siklus PDCA, serta mengintegrasikan
prinsip 3M (mindful, meaningful, joyful) melalui Komunitas Belajar "Belati". Faktor
pendukung utama meliputi kepemimpinan suportif, budaya kolaborasi, dan dukungan
Kurikulum Merdeka, sementara hambatan utamanya berupa resistensi guru terhadap
perubahan, beban administrasi, dan keterbatasan infrastruktur digital. Ke depannya,
pengembangan mutu didasarkan pada tiga pilar: penguatan profesionalisme guru melalui
Action Research Center, digitalisasi pembelajaran, dan kemitraan dengan orang tua serta
masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan inovasi pendidikan sangat
ditentukan oleh kapasitas kepala sekolah dalam memfasilitasi pertumbuhan guru sebagai
pembelajar seumur hidup demi terciptanya ekosistem belajar yang bermakna dan
berkelanjutan.