Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan MGMP Seni Budaya yang
efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru SMP, khususnya dalam konteks
implementasi Kurikulum Merdeka. Selain itu, masih terbatas kajian yang mengaitkan
proses pengelolaan MGMP dengan output, outcome, dan impact secara komprehensif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengelolaan
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya di Komda Majenang
Kabupaten Cilacap yang mencakup aspek proses, output, outcome, dan impact dalam
meningkatkan kompetensi profesional guru serta mutu pembelajaran. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.
Subjek penelitian meliputi pengurus MGMP, guru Seni Budaya, kepala sekolah, dan
pengawas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipan,
dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan
Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (1) pengelolaan MGMP telah dilaksanakan secara sistematis
melalui perencanaan berbasis kebutuhan, pengorganisasian yang terstruktur, pelaksanaan
yang kolaboratif, serta evaluasi dan tindak lanjut yang berkelanjutan; (2) output MGMP
berupa perangkat pembelajaran, karya seni, serta peningkatan keterampilan praktis guru
yang bersifat aplikatif dan kolaboratif; (3) outcome MGMP menunjukkan adanya
peningkatan kompetensi profesional guru, khususnya dalam merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran Seni Budaya; dan (4) impact MGMP
terlihat pada peningkatan mutu pembelajaran yang ditandai dengan meningkatnya
keterlibatan murid dan kualitas hasil belajar. Dengan demikian, MGMP Seni Budaya
berperan sebagai komunitas belajar profesional yang efektif dalam meningkatkan
kompetensi guru dan mutu pembelajaran.