Abstract:
Implementasi Teknologi TV Interaktif Flat Panel melalui Inovasi Pembelajaran
Guru dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Sekolah Gugus 2 Bojongasih
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara ketersediaan infrastruktur
teknologi TV Interaktif Flat Panel (IFP) dan rendahnya tingkat pemanfaatannya secara
inovatif oleh guru di Sekolah Dasar Gugus 2 Bojongasih, Kabupaten Tasikmalaya. Data
Raport Pendidikan Gugus 2 Bojongasih Tahun 2025 menunjukkan penurunan skor pada
indikator literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran, meskipun perangkat IFP telah
tersedia di setiap sekolah sejak tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh implementasi teknologi TV Interaktif Flat Panel (X1) dan inovasi pembelajaran
guru (X2) terhadap peningkatan hasil belajar siswa (Y), baik secara parsial maupun
simultan, serta mengkaji peran inovasi pembelajaran guru sebagai variabel mediasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori.
Populasi penelitian adalah seluruh guru di tujuh sekolah dasar yang tergabung dalam Gugus
2 Bojongasih, dengan jumlah sampel sebanyak 103 responden yang dipilih menggunakan
teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berskala Likert yang
telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear
berganda dengan bantuan software IBM SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara parsial, implementasi teknologi TV
Interaktif Flat Panel (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa (t =
0,980; p = 0,329 > 0,05); (2) secara parsial, inovasi pembelajaran guru (X2) berpengaruh
positif dan sangat signifikan terhadap hasil belajar siswa (t = 6,760; p = 0,000 < 0,05); (3)
secara simultan, variabel X1 dan X2 bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil
belajar siswa (F = 450,940; p = 0,000 < 0,05) dengan koefisien determinasi R² = 0,900,
artinya kedua variabel tersebut menjelaskan 90,0% variasi hasil belajar siswa; dan (4)
teknologi IFP terbukti meningkatkan hasil belajar siswa secara tidak langsung melalui jalur
mediasi inovasi pembelajaran guru. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi IFP berperan
sebagai enabler, bukan faktor penentu utama, sehingga investasi perangkat keras harus
selalu diiringi dengan pengembangan kompetensi pedagogis guru berbasis kerangka
TPACK.