Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran telur asin, biaya, margin, dan keuntungan pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran, serta tingkat efisiensi pemasaran telur asin pada Agroindustri Telur Asin MM 1960 di Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, sedangkan penentuan responden pada rantai pemasaran dilakukan menggunakan snowball sampling. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada produsen, enam pedagang pengecer, dan konsumen. Analisis dilakukan terhadap saluran pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran, producer’s share, dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran, yaitu saluran tingkat 0 (produsen–konsumen) dan saluran tingkat 1 (produsen-pedagang pengecer-konsumen). Pada saluran tingkat 1, enam pengecer memasarkan 900 butir per bulan dengan total margin Rp6.000 dan keuntungan pemasaran Rp5.270 per butir. Harga di tingkat produsen sebesar Rp4.000/butir dan harga konsumen Rp5.000/butir sehingga margin sebesar Rp1.000/butir dan producer’s share sebesar 80%. Berdasarkan perhitungan biaya pemasaran enam pengecer sebesar Rp730/butir terhadap nilai produk Rp4.500.000, diperoleh efisiensi pemasaran sebesar 2,44%, sehingga saluran pemasaran tergolong efisien.