Abstract:
Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang bisa meningkatkan risiko komplikasi maternal dan perinatal. Saat hamil, kebutuhan zat gizi meningkat karena ibu harus memenuhi kebutuhan dirinya sendiri dan janin. Status gizi yang kurang dapat menyebabkan kekurangan zat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 51 ibu hamil trimester I yang menggunakan teknik total sampling. Status gizi diukur menggunakan LILA untuk menentukan risiko KEK, sedangkan anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin.
Hasil penelitian menunjukkan 11 responden (21,6%) mengalami KEK dan 16 responden (31,4%) mengalami anemia. Sebagian besar ibu hamil dengan KEK mengalami anemia (90,9%), sedangkan mayoritas ibu hamil yang tidak mengalami KEK tidak mengalami anemia (85,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan χ² = 23,090; p = 0,000.
Disimpulkan bahwa status gizi berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I, dibuktikan dengan value (0,000) < α (0,005) yang artinya Ha diterima. Maka, pemantauan status gizi serta pemeriksaan hemoglobin perlu ditingkatkan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan anemia pada ibu hamil
Kata Kunci : anemia, ibu hamil, status gizi