Unigal Repository

PERSEPSI DAN ADAPTASI PETANI JAGUNG TRADISIONAL TERHADAP TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN (Studi kasus di Desa Kertabumi Kecamatan Cinjeungjing Kabupaten Ciamis)

Show simple item record

dc.contributor.author SUSANTI, ELIS
dc.date.accessioned 2026-09-14T06:28:37Z
dc.date.available 2026-09-14T06:28:37Z
dc.date.issued 2026-08
dc.identifier.other 5009220003
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9951
dc.description.abstract Sebagian petani memandang teknologi modern sebagai sesuatu yang mahal, rumit, dan kurang sesuai dengan kondisi lahan, sementara teknologi lokal dianggap lebih aman meskipun hasilnya terbatas. Dinamika antara persepsi dan adaptasi inilah yang menjadi kunci sukses atau gagalnya suatu inovasi diterima dan diterapkan di tingkat lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang meneliti kondisi alamiah dengan analisis data secara induktif, sehingga menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan serta gambar, bukan angka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner terhadap 8 orang petani jagung tradisional di Desa Kertabumi sebagai informan utama, serta didukung oleh wawancara dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani jagung tradisional di Desa Kertabumi pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap teknologi pertanian modern. Hal ini ditunjukkan oleh 75,00% responden (6 orang) berada pada kategori persepsi tinggi, 25,00% responden (2 orang) berada pada kategori sedang, dan tidak ada responden yang berada pada kategori rendah. Namun demikian, penerapan teknologi modern masih terbatas karena adaptasi petani yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pengetahuan, pengalaman, dan kondisi lahan. Tingkat adaptasi petani menunjukkan bahwa 75,00% responden (6 orang) berada pada kategori adaptasi tinggi, 25,00% responden (2 orang) berada pada kategori sedang, dan tidak ada responden yang berada pada kategori rendah. Petani cenderung bersikap selektif dengan mengombinasikan metode tradisional dan modern serta memilih teknologi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka, sehingga proses adaptasi berlangsung secara bertahap. Kendala utama dalam adaptasi teknologi adalah keterbatasan modal dan kurangnya pengetahuan teknis dalam mengoperasikan teknologi tertentu. Saran yang dapat diberikan adalah pentingnya kerja sama antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam mendorong adopsi teknologi pertanian modern yang tepat guna dan sesuai dengan kondisi lokal. en_US
dc.description.sponsorship Dr. IVAN SAYID NURAHMAN, S.P.,M.P BENINDZAR M ANDRIE, S.P.,M.P en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher ELIS en_US
dc.title PERSEPSI DAN ADAPTASI PETANI JAGUNG TRADISIONAL TERHADAP TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN (Studi kasus di Desa Kertabumi Kecamatan Cinjeungjing Kabupaten Ciamis) en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account