Abstract:
Sebagian petani memandang teknologi modern sebagai sesuatu yang mahal,
rumit, dan kurang sesuai dengan kondisi lahan, sementara teknologi lokal
dianggap lebih aman meskipun hasilnya terbatas. Dinamika antara persepsi dan
adaptasi inilah yang menjadi kunci sukses atau gagalnya suatu inovasi diterima
dan diterapkan di tingkat lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang meneliti kondisi alamiah
dengan analisis data secara induktif, sehingga menghasilkan data deskriptif berupa
kata-kata tertulis atau lisan serta gambar, bukan angka. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner terhadap 8
orang petani jagung tradisional di Desa Kertabumi sebagai informan utama, serta
didukung oleh wawancara dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa petani jagung tradisional di Desa Kertabumi pada
umumnya memiliki persepsi positif terhadap teknologi pertanian modern. Hal ini
ditunjukkan oleh 75,00% responden (6 orang) berada pada kategori persepsi
tinggi, 25,00% responden (2 orang) berada pada kategori sedang, dan tidak ada
responden yang berada pada kategori rendah. Namun demikian, penerapan
teknologi modern masih terbatas karena adaptasi petani yang dipengaruhi oleh
faktor ekonomi, pengetahuan, pengalaman, dan kondisi lahan. Tingkat adaptasi
petani menunjukkan bahwa 75,00% responden (6 orang) berada pada kategori
adaptasi tinggi, 25,00% responden (2 orang) berada pada kategori sedang, dan
tidak ada responden yang berada pada kategori rendah. Petani cenderung bersikap
selektif dengan mengombinasikan metode tradisional dan modern serta memilih
teknologi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka, sehingga
proses adaptasi berlangsung secara bertahap. Kendala utama dalam adaptasi
teknologi adalah keterbatasan modal dan kurangnya pengetahuan teknis dalam
mengoperasikan teknologi tertentu. Saran yang dapat diberikan adalah pentingnya
kerja sama antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam mendorong adopsi
teknologi pertanian modern yang tepat guna dan sesuai dengan kondisi lokal.