Abstract:
Latar Belakang: Penggunaan perangkat digital pada anak usia prasekolah terus
meningkat seiring perkembangan teknologi. Screen time yang berlebihan diduga
memengaruhi perkembangan emosional anak, meskipun faktor lain seperti pola
asuh, lingkungan keluarga, dan interaksi sosial juga berperan. Tujuan:
Menganalisis hubungan screen time dengan perkembangan emosional pada anak
usia 4–6 tahun di PAUD Ar-Rohman Desa Cigayam Kabupaten Ciamis. Metode:
Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 32 responden
yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Screen time diukur menggunakan
Screen time Questionnaire (STQ), sedangkan perkembangan emosional diukur
menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data
menggunakan uji Spearman Rank dengan α = 0,05. Hasil: Sebagian besar
responden memiliki screen time kategori sedang (53,1%). Berdasarkan SDQ,
perkembangan emosional pada Skala Kesulitan didominasi kategori normal
(50,0%), sedangkan Skala Kekuatan didominasi kategori borderline (90,6%). Hasil
uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
screen time dengan perkembangan emosional berdasarkan Skala Kesulitan
(p=0,340; r=0,174) maupun Skala Kekuatan (p=0,157; r=-0,256). Kesimpulan:
Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara screen time dengan perkembangan
emosional pada anak usia 4–6 tahun. Perkembangan emosional diduga dipengaruhi
oleh faktor lain di luar durasi penggunaan perangkat digital