Abstract:
Latar Belakang: Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada balita. Pemberian zinc selama 10 hari merupakan terapi yang direkomendasikan untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah kekambuhan. Namun, kepatuhan ibu dalam memberikan zinc masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian zinc selama 10 hari pada balita diare di wilayah kerja UPT Puskesmas Cikelet Tahun 2026.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 45 ibu yang memiliki balita diare penerima terapi zinc, dengan sampel sebanyak 34 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dan kepatuhan pemberian zinc yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (38,2%), pengetahuan cukup (35,3%), dan pengetahuan kurang (26,5%). Hasil uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian zinc selama 10 hari pada balita diare di wilayah kerja UPT Puskesmas Cikelet Tahun 2026.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian zinc selama 10 hari pada balita diare. Peningkatan pengetahuan ibu melalui edukasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pemberian zinc sehingga mendukung keberhasilan penatalaksanaan diare pada balita.
Kata kunci: balita diare, kepatuhan, pengetahuan ibu, pemberian zinc.