Abstract:
Pendahuluan: Stroke adalah gangguan fungsi saraf akibat terhentinya pasokan
darah ke otak, baik karena penyumbatan (iskemik) maupun pecahnya pembuluh
darah (hemoragik). Kondisi ini muncul mendadak, menyebabkan kematian sel otak,
dan berisiko permanen. Pasien stroke dapat mengalami gangguan keseimbangan
tubuh yang mana jika tidak melakukan aktivitas atau latihan dapat menyebabkan
kekakuan atau kematian jaringan dan gangguan aktivitas. Penanganan stroke
dengan pemberian intervensi keperawatan untuk meningkatkan kekuatan otot
dengan latihan jalan tandem untuk menjaga keseimbangan tubuh. Latihan ini dapat
meningkatkan keseimbangan postural bagian lateral, yang berperan dalam
mengurangi resiko jatuh pada pasien stroke. Perawat memegang peranan penting
terhadap keberhasilan rehabilitasi pasien stroke. Tujuan: Untuk menganalisis
asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan intervensi latihan jalan tandem
untuk meningkatkan keseimbangan di Ruang Flamboyan BLUD RSU Kota Banjar.
Metode: laporan ini menggunakan desain studi kasus tunggal dengan sampel
penelitian adalah Tn. A pasien dengan diagnosa stroke dengan penerapan latihan
jalan tandem untuk meningkatkan keseimbangan tubuh. Hasil dan pembahasan:
setelah dilakukan implementasi selama 3x24 jam, pemberian latihan jalan tandem
menunjukkan perbaikan awal pada kemampuan mobilisasi dan keseimbangan
pasien dengan indikator kemampuan berdiri lebih stabil, bantuan mobilisasi
minimal, mampu mengatasi resiko jatuh, kekuatan otot 4 I 5, 4 I 5. Kesimpulan:
Pada kasus ini, latihan jalan tandem menunjukkan perbaikan awal pada kemampuan
bergerak dan keseimbangan pasien, namun pasien masih memerlukan bantuan
dalam mobilisasi.