| dc.description.abstract |
AYU FEBIANTI, 2026. Analisis Saluran Dan Margin Pemasaran Cabai Rawit Di Desa Tanjungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Dibawah bimbingan ANISA PUSPITASARI dan TIKTIEK KURNIAWATI
Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun proses pemasarannya melibatkan berbagai lembaga pemasaran sehingga menimbulkan perbedaan harga antara tingkat petani dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengetahui pola saluran pemasaran, 2. Mengetahui margin biaya, dan keuntungan pemasaran, 3. Besarnya bagian harga (farmer’s share ) pada pemasaran cabai rawit di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik penentuan sampel petani secara purposive sampling dan lembaga pemasaran secara snowball sampling. Responden penelitian berjumlah 17 orang yang terdiri atas 13 petani, 1 pedagang pengumpul, dan 3 pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. terdapat dua saluran pemasaran, yaitu Saluran I (Petani − Pedagang Pengecer − Konsumen) dan Saluran II (Petani − Pedagang Pengumpul − Pedagang Pengecer − Konsumen) 2. Saluran I memiliki margin pemasaran sebesar Rp18.728/kg dengan biaya pemasaran Rp1.535/kg dan keuntungan Rp17.193/kg, sedangkan Saluran II memiliki margin pemasaran sebesar Rp22.000/kg dengan total biaya pemasaran Rp2.920/kg dan total keuntungan Rp19.080/kg. 3. Nilai farmer’s share pada Saluran I sebesar 68,79%, lebih tinggi dibandingkan Saluran II sebesar 63,33%, yang menunjukkan bahwa saluran pemasaran yang lebih pendek memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani. Dengan demikian, Saluran I merupakan saluran pemasaran yang lebih efisien dibandingkan Saluran II. Disarankan agar petani lebih memanfaatkan saluran pemasaran yang lebih pendek serta meningkatkan akses terhadap informasi pasar untuk memperkuat posisi tawar dan meningkatkan pendapatan petani.
Kata kunci : Cabai rawit, farmer’s share, margin pemasaran, saluran pemasaran |
en_US |