Abstract:
Penyuluhan pertanian berperan strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani, namun keberhasilannya kerap terkendala keterbatasan jumlah penyuluh, beban kerja tinggi, serta rasio penyuluh-desa yang belum ideal, termasuk di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Kondisi ini mendorong perlunya kajian empiris mengenai kepuasan petani sebagai indikator keberhasilan penyuluhan, dengan merujuk pada teori kepuasan layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Kompetensi Penyuluh, Relevansi Materi, Intensitas Penyuluhan, dan Dukungan Kelembagaan terhadap Kepuasan Petani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif Explanatory Research dengan desain korelasional-asosiatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert terhadap 78 responden yang ditentukan dengan rumus Slovin dari populasi 359 petani padi menggunakan teknik Proporsional Simple Sampling, serta dianalisis menggunakan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi penyuluh, intensitas penyuluhan, dan dukungan kelembagaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan relevansi materi tidak berpengaruh signifikan. Dukungan kelembagaan merupakan faktor yang berpengaruh paling dominan, menunjukkan bahwa peran kelompok tani, sarana pendukung, dan dukungan instansi terkait menjadi aspek penting dalam meningkatkan kepuasan petani. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,263, sehingga mampu menjelaskan 26,3% variasi kepuasan petani.