| dc.contributor.author | yudistirani, Indira | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-13T23:46:38Z | |
| dc.date.available | 2026-09-13T23:46:38Z | |
| dc.date.issued | 2026-09-11 | |
| dc.identifier.citation | Sebagai Selah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Profesi Ners Pada Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh | en_US |
| dc.identifier.issn | Indira Yudistirani | |
| dc.identifier.uri | http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9894 | |
| dc.description | LITERATURE RIVIEW EFEKTIVITAS KONSUMSI PUDING DAUN KELOR UNTUK MENGATASI STUNTING PADA BALITA | en_US |
| dc.description.abstract | ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur berada di bawah -2 SD standar WHO akibat kekurangan gizi dalam waktu lama. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah pemanfaatan pangan lokal bergizi tinggi, seperti daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor mengandung protein, zat besi, kalsium, vitamin A, vitamin C, serta berbagai senyawa bioaktif yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita. Puding daun kelor merupakan salah satu bentuk olahan yang mudah diterima anak sehingga berpotensi menjadi alternatif makanan tambahan dalam pencegahan stunting. Tujuan: Menganalisis efektivitas konsumsi puding daun kelor dalam mengatasi stunting pada balita berdasarkan literatur review. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang diperoleh dari database Google Scholar, ResearchGate, dan jurnal nasional terakreditasi. Artikel yang direview merupakan publikasi tahun 2020–2025 yang membahas pemberian puding daun kelor atau olahan daun kelor terhadap status gizi dan pertumbuhan balita. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa konsumsi puding daun kelor memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan status gizi balita. Konsumsi puding daun kelor secara signifikan meningkatkan tinggi badan dan berat badan anak serta menurunkan prevalensi stunting. Efektivitas tersebut didukung oleh kandungan protein, zat besi, vitamin, dan mineral yang tinggi pada daun kelor yang berperan dalam pembentukan jaringan tubuh dan pertumbuhan linear anak. Kesimpulan: Konsumsi puding daun kelor efektif sebagai alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk mendukung status gizi dan mencegah stunting pada balita. Puding daun kelor dapat direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi gizi masyarakat, terutama pada kelompok balita berisiko mengalami stunting. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat dan durasi intervensi yang lebih panjang untuk membuktikan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tinggi badan secara optimal. Kata kunci: daun kelor, puding daun kelor, stunting, balita, status gizi, pencegahan stunting. | en_US |
| dc.description.sponsorship | Dr. Tita Rohita, S.Kep., Ners., M.M., M.Kep Asri Aprilia Rohman, S.Kep., Ners., M.Kes Reni Hertini, S.Kep., Ners., M.Kep Yoga Ginanjar, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.Kom | en_US |
| dc.publisher | Indira Yudistirani | en_US |
| dc.subject | daun kelor, puding daun kelor, stunting, balita, status gizi, pencegahan stunting. | en_US |
| dc.title | EFEKTIVITAS KONSUMSI PUDING DAUN KELOR UNTUK MENGATASI STUNTING PADA BALITA | en_US |
| dc.title.alternative | EFEKTIVITAS KONSUMSI PUDING DAUN KELOR UNTUK MENGATASI STUNTING PADA BALITA | en_US |
| dc.type | Article | en_US |