Abstract:
Latar Belakang: Mahasiswa tingkat akhir keperawatan rentan mengalami gangguan pola tidur akibat beban akademik yang tinggi seperti penyusunan skripsi. Gangguan pola tidur yang berlangsung kronis dapat menghambat restorasi sistem saraf pusat dan memicu timbulnya mental fatigue (kelelahan mental), yang berpotensi menurunkan konsentrasi dan kinerja akademik. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pola tidur dengan tingkat mental fatigue pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi S1 Keperawatan Universitas Galuh. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir S1 Keperawatan Universitas Galuh. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel efektif sebanyak 64 responden. Pengukuran pola tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan mental fatigue diukur menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS) versi Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pola tidur yang buruk yaitu sebanyak 59 orang (92,2%) dan sebagian besar mengalami mental fatigue yaitu sebanyak 42 orang (65,6%). Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan arah positif antara pola tidur dengan tingkat mental fatigue (r=0,280; p-value=0,025<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara pola tidur dengan tingkat mental fatigue pada mahasiswa tingkat akhir Program Studi S1 Keperawatan Universitas Galuh. Semakin buruk pola tidur yang dialami mahasiswa, maka semakin tinggi tingkat mental fatigue yang dirasakan. Disarankan bagi mahasiswa untuk memperbaiki sleep hygiene serta manajemen waktu, dan bagi institusi kampus untuk menyediakan program dukungan kesehatan mental harian.