| dc.description.abstract |
Stunting masih menjadi persoalan gizi kronis yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak serta kualitas sumber daya manusia. Salah satu aspek yang dapat diperbaiki pada tingkat keluarga adalah praktik pengasuhan, terutama pemenuhan gizi, perawatan kesehatan, dan stimulasi. Penelitian ini menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada anak usia 6–24 bulan di Desa Sukamanah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Tahun 2026.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan observasional analitik dan desain cross-sectional. Populasi terdiri atas 75 ibu yang mempunyai anak usia 6–24 bulan di Desa Sukamanah dan seluruhnya dijadikan sampel melalui total sampling. Pola asuh dinilai menggunakan kuesioner, sedangkan status stunting diperoleh melalui lembar observasi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Sebanyak 55 responden (73,3%) berada pada kategori pola asuh baik, 16 responden (21,3%) termasuk kategori cukup, dan 4 responden (5,3%) berada pada kategori kurang. Status normal ditemukan pada 57 anak (76,0%), sedangkan 18 anak (24,0%) mengalami stunting. Uji Chi-Square menghasilkan p-value 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dan kejadian stunting. Temuan ini mendukung penguatan edukasi keluarga mengenai pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pemantauan pertumbuhan anak |
en_US |