Abstract:
Pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam membangun fondasi intelektual, karakter,
dan minat belajar peserta didik. Pada fase C Sekolah Dasar, siswa berada pada tahap
perkembangan berpikir menuju kemampuan yang lebih kompleks sehingga membutuhkan
pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada
pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan pemahaman konseptual,
berpikir kritis, refleksi, dan kebermaknaan belajar. Sejalan dengan Kurikulum Merdeka,
pembelajaran berorientasi deep learning menuntut keterlibatan aktif siswa serta
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, administrasi pembelajaran memiliki peran penting sebagai
instrumen pedagogis dan manajerial untuk mendukung terciptanya pembelajaran yang
efektif dan berpusat pada siswa. Namun, praktik administrasi pembelajaran di sekolah
masih cenderung bersifat formalistik dan belum sepenuhnya terintegrasi dengan prinsip
deep learning sehingga berdampak pada kurang optimalnya kualitas pembelajaran dan
minat belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran guru inspiratif yang mampu
mengelola administrasi pembelajaran secara profesional, kreatif, reflektif, dan bermakna
guna mendukung peningkatan minat belajar siswa Fase C. Tujuan penelitiannya adalah
untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang: 1) Peran Guru Inspiratif dalam
mengelola Administrasi Pembelajaran, 2) Karakteristik Guru Inspiratif dalam mengelola
administrasi pembelajaran, 3) Bentuk dan tingkat minat belajar siswa Fase C, 4) Faktor
pendukung peran Guru Inspiratif dalam administrasi pembelajaran berorientasi deep
learning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SD
Negeri 2 Sukanagara, melibatkan guru fase C sebagai subjek utama, serta kepala sekolah
siswa fase c, Guru Sejawat, dan Orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknis analisis data
dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran guru inspiratif dalam administrasi pembelajaran
di SD Negeri 2 Sukanagara dilaksanakan melalui fungsi manajemen pembelajaran POAC
yang berorientasi pada prinsip deep learning sehingga mampu menciptakan pembelajaran
yang aktif, bermakna, kontekstual, dan berpusat pada siswa. 2) Hasil penelitian
menunjukkan bahwa karakteristik guru inspiratif tercermin pada kemampuan menyusun
administrasi pembelajaran secara sistematis, kreatif, inovatif, serta mendukung
pengembangan akademik, karakter, berpikir kritis, dan kemandirian belajar siswa melalui
komunikasi pedagogis yang positif, refleksi, dan evaluasi berkelanjutan. 3) Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berorientasi deep learning memberikan
implikasi positif terhadap bentuk dan tingkat minat belajar siswa Fase C yang ditunjukkan
melalui meningkatnya antusiasme, partisipasi aktif, rasa ingin tahu, kemampuan
kolaborasi, refleksi, dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran. 4) Hasil penelitian
menunjukkan bahwa faktor pendukung implementasi pembelajaran meliputi dukungan
kepala sekolah, kompetensi guru, pemanfaatan teknologi dan media digital, budaya
kolaboratif antar guru, keterlibatan orang tua, serta lingkungan belajar yang kondusif,
meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan waktu, sarana, dan perbedaan
kemampuan siswa.