Abstract:
ABSTRAK
Latar belakang: Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Pangandaran tahun 2025
baru mencapai 67,14% (di bawah target nasional 73%). Kegagalan ASI eksklusif
berisiko meningkatkan infeksi dan mengganggu tumbuh kembang bayi.
Keberhasilan program ini memerlukan motivasi kuat ibu nifas melalui rooming-in
(rawat gabung). Namun, studi pendahuluan di RSUD Pandega Pangandaran
menunjukkan 50% keluarga pasien rawat gabung masih menanyakan susu formula.
Tujuan: Menganalisis hubungan rawat gabung dengan motivasi ibu dalam
memberikan ASI eksklusif di RSUD Pandega Pangandaran.
Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi
penelitian adalah seluruh ibu nifas persalinan spontan di Ruang Salmon RSUD
Pandega Pangandaran pada Juli 2026. Sampel sebanyak 71 responden diambil
dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi
rawat gabung dan kuesioner motivasi ibu. Data dianalisis menggunakan uji Chi
Square.
Hasil: Sebagian besar responden menjalani rawat gabung dengan baik (71,8%).
Tingkat motivasi ibu didominasi kategori tinggi (46,4%), diikuti motivasi sedang
(28,2%), dan rendah (25,4%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000
(ɑ < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pelaksanaan rawat gabung
dengan motivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif di Ruang Salmon RSUD
Pandega Pangandaran. RSUD Pandega disarankan mengoptimalkan fasilitas serta
edukasi rawat gabung guna meningkatkan motivasi ibu menyusui.
Kata Kunci: ASI Eksklusif, Ibu Nifas, Motivasi Ibu, Rawat Gabung.