| dc.description.abstract |
ABSTRAK
Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin. Pengetahuan mengenai gizi dan anemia serta praktik budaya lokal dalam konsumsi makanan diduga memengaruhi kejadian anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dan praktik budaya lokal dalam konsumsi makanan dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Ciamis Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 62 ibu hamil, dengan teknik total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data pengetahuan dan praktik budaya lokal dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data kejadian anemia diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher-Freeman-Halton Exact Test serta Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 responden (53,2%) memiliki pengetahuan kategori baik, 33 responden (53,2%) memiliki praktik budaya lokal kategori tidak mendukung, dan 46 responden (74,2%) tidak mengalami anemia. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan secara statistik antara pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan anemia dengan kejadian anemia (p = 0,000), sedangkan praktik budaya lokal dalam konsumsi makanan tidak berhubungan dengan kejadian anemia (p = 0,764). Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil berhubungan dengan kejadian anemia, sedangkan praktik budaya lokal dalam konsumsi makanan tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penguatan edukasi gizi dan pencegahan anemia pada ibu hamil. |
en_US |