Abstract:
Anemia pada Remaja Putri di MTs Mathlaul Huda Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026
Ira Aryanti
Program Studi Sarjana Kebidanan, Universitas Galuh, Ciamis, Jawa Barat, Indonesia
Email: iraaryanti@gmail.com
Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia. Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi anemia remaja putri tertinggi di kabupaten. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Mathlaul Huda Kecamatan Jatiwaras Tahun 2026. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh siswi remaja putri MTs Mathlaul Huda (n = 50) yang diambil menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan TTD diukur menggunakan kuesioner terstruktur 10 item berskala Guttman (Cronbach's Alpha = 0,923) dengan cut-off patuh apabila mengonsumsi >= 80% dosis (>= 3 dari 4 tablet per bulan) berdasarkan Silitonga et al. (2023) dan Kemenkes RI (2022). Kadar hemoglobin diukur menggunakan hemoglobinometer digital dengan cut-off anemia Hb < 12,0 g/dL berdasarkan WHO (2024). Analisis data menggunakan uji Pearson Chi-Square (alpha = 0,05). Hasilnya, sebanyak 28 siswi (56,0%) tidak patuh dan 22 siswi (44,0%) patuh mengonsumsi TTD. Sebanyak 24 siswi (48,0%) mengalami anemia dengan rata-rata Hb 11,706 g/dL (SD = 1,5540, rentang 8,0-14,2 g/dL). Proporsi anemia pada kelompok tidak patuh (60,7%) lebih tinggi dibandingkan kelompok patuh (31,8%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,042 (p < 0,05). Sehingga kesimpulannya terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Mathlaul Huda Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026 (p = 0,042). Diperlukan intervensi peningkatan kepatuhan yang lebih komprehensif melampaui sekadar distribusi TTD.