Abstract:
Nyeri yang muncul selama kala I tahap aktif persalinan merupakan respons normal tubuh yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan berpotensi menghambat proses persalinan apabila tidak ditangani secara tepat. Salah satu pendekatan tanpa penggunaan obat yang dapat diterapkan untuk membantu mengendalikan kondisi tersebut adalah pemanfaatan minyak jahe dan serai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas kombinasi minyak jahe dan serai dalam memengaruhi tingkat nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di TPMB wilayah Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menerapkan rancangan pretest-posttest with control group dengan pemilihan sampel melalui metode purposive sampling. Responden yang berpartisipasi berjumlah 66 ibu bersalin, yang dibagi menjadi 33 orang pada kelompok perlakuan dan 33 orang pada kelompok pembanding. Tingkat nyeri dinilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Kelompok perlakuan diberikan minyak jahe dan serai, sedangkan kelompok pembanding memperoleh intervensi berupa latihan pernapasan dalam. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Wilcoxon Signed Rank Test, dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian memperlihatkan adanya penurunan skor rata-rata nyeri pada kelompok perlakuan, yaitu dari 7,61 menjadi 4,58, sedangkan kelompok pembanding mengalami penurunan dari 7,67 menjadi 5,79. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok setelah intervensi dengan nilai p = 0,003, serta perbedaan penurunan intensitas nyeri yang bermakna dengan nilai p = 0,000. Berdasarkan temuan tersebut, kombinasi minyak jahe dan serai menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dalam membantu mengurangi nyeri persalinan dibandingkan teknik pernapasan dalam. Intervensi ini berpotensi digunakan sebagai pilihan terapi komplementer nonfarmakologis yang praktis, relatif aman, dan efektif dalam mendukung pelayanan kebidanan