Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya usahatani jagung sebagai salah satu sumber pendapatan petani yang masih menghadapi tantangan berupa perbedaan harga jual berdasarkan saluran pemasaran serta tingginya biaya produksi yang memengaruhi tingkat keuntungan dan kelayakan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahatani jagung di Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh (sensus) terhadap 16 petani jagung. Data dianalisis menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi sebesar Rp4.202.666,56 per responden per musim tanam, yang terdiri atas biaya tetap sebesar Rp583.354,06 dan biaya variabel Rp3.619.312,50. Total biaya produksi sebesar Rp67.242.665,00, sedangkan total penerimaan mencapai Rp218.000.000,00 atau rata-rata Rp13.625.000,00 per responden. Total pendapatan usahatani sebesar Rp150.757.335,00 dengan rata-rata Rp9.422.333,44 per responden. Nilai R/C Ratio sebesar 3,24 menunjukkan bahwa setiap pengeluaran biaya sebesar Rp1,00 menghasilkan penerimaan sebesar Rp3,24, sehingga usahatani jagung di Desa Margaharja layak untuk diusahakan.