Abstract:
Latar Belakang: Masa nifas merupakan periode penting dalam pemulihan ibu dan keberhasilan pemberian ASI. Cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Rajadesa Kabupaten Ciamis tahun 2025 sebesar 71,7%, dengan jumlah ibu nifas 630 orang. Salah satu upaya mendukung kelancaran ASI adalah perawatan payudara yang bertujuan menjaga kebersihan, memperlancar pengeluaran ASI, dan mencegah masalah payudara. Perilaku tersebut dapat dipengaruhi karakteristik ibu, seperti usia, pendidikan, pekerjaan, dan paritas. Tujuan: Mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan perilaku perawatan payudara (breast care) pada ibu nifas usia 7–42 hari di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rajadesa Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel sebanyak 30 ibu nifas post partum normal dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (86,7%), berpendidikan SMA (43,3%), tidak bekerja/ibu rumah tangga (73,3%), multipara (60%), dan melakukan perawatan payudara (60%). Hasil uji chi square menunjukkan usia (p=0,677), pendidikan (p=0,159), pekerjaan (p=0,213), dan paritas (p=0,879) tidak berhubungan signifikan dengan perawatan payudara (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pekerjaan, dan paritas dengan perilaku perawatan payudara. Perilaku perawatan payudara kemungkinan lebih dipengaruhi faktor lain, seperti pengetahuan, sikap, pengalaman menyusui, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, serta keterpaparan informasi dan edukasi.