Abstract:
Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja
putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu penanganan
nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi intensitas nyeri adalah
massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan intensitas
dismenore setelah pemberian massage effleurage pada remaja putri di MTs Darul
Fitri Kabupaten Garut tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan one group pretestposttest
design. Populasi penelitian berjumlah 110 siswi, sedangkan sampel
sebanyak 27 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling
berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian yang digunakan
adalah lembar observasi dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur
intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri kategori berat
sebanyak 20 responden (74,1%), sedangkan setelah intervensi tidak terdapat lagi
responden dengan nyeri kategori berat, 15 responden (55,6%) berada pada kategori
sedang, dan 12 responden (44,4%) berada pada kategori ringan. Rata-rata skor nyeri
sebelum intervensi adalah 8,00 dan setelah intervensi menurun menjadi 3,74. Hasil
uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga
analisis bivariat dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji
menunjukkan nilai Z = -4,786 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti
terdapat perbedaan yang signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah
pemberian massage effleurage. Dengan demikian, massage effleurage terbukti
dapat menurunkan intensitas dismenore pada remaja putri di MTs Darul Fitri
Kabupaten Garut tahun 2026.