Abstract:
Latar Belakang : Sectio Caesarea (SC) merupakan salah satu tindakan persalinan melalui
prosedur pembedahan yang menyebabkan terjadinya luka insisi pada abdomen dan
membutuhkan proses penyembuhan jaringan. Salah satu faktor yang berperan dalam
mempercepat penyembuhan luka operasi adalah mobilisasi dini. Mobilisasi dini setelah
operasi Sectio Caesarea dapat meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki oksigenasi
jaringan, mendukung proses angiogenesis, meningkatkan aktivitas fibroblas, serta
mempercepat sintesis kolagen. Namun, keberhasilan pelaksanaan mobilisasi dini sangat
dipengaruhi oleh pengetahuan dan pemahaman ibu yang dapat ditingkatkan melalui
pemberian edukasi kesehatan.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan edukasi mobilisasi dini
dengan penyembuhan luka operasi Sectio Caesarea (SC) di Ruang Kebidanan RSUD dr.
Soekardjo pada bulan Juni 2026.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian analitik
dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post operasi Sectio
Caesarea di Ruang Kebidanan RSUD dr. Soekardjo. Sampel penelitian berjumlah 53
responden yang dipilih menggunakan teknik sampling total sampling. Variabel independen
dalam penelitian ini adalah edukasi mobilisasi dini, sedangkan variabel dependen adalah
penyembuhan luka operasi Sectio Caesarea. Pengukuran penyembuhan luka dilakukan
menggunakan Skala REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation).
Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan
α = 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh
edukasi mobilisasi dini dalam kategori baik yaitu sebanyak 34 responden (64,2%),
sedangkan responden dengan edukasi mobilisasi dini kategori kurang sebanyak 19
responden (35,8%). Berdasarkan penilaian penyembuhan luka menggunakan Skala
REEDA, sebagian besar responden mengalami penyembuhan luka kategori baik yaitu
sebanyak 30 responden (56,6%), kategori sedang sebanyak 17 responden (32,1%), dan
kategori kurang sebanyak 6 responden (11,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan
terdapat hubungan yang signifikan antara edukasi mobilisasi dini dengan penyembuhan
luka operasi Sectio Caesarea dengan nilai p-value < 0,05.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara edukasi mobilisasi dini dengan penyembuhan luka
operasi Sectio Caesarea di Ruang Kebidanan RSUD dr. Soekardjo. Edukasi mobilisasi dini
yang baik dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan ibu dalam melakukan mobilisasi
setelah operasi sehingga mendukung proses penyembuhan luka melalui peningkatan
perfusi jaringan, angiogenesis, oksigenasi jaringan, dan pembentukan kolagen