Abstract:
Imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu upaya efektif dalam mencegah
Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) pada bayi dan balita. Pengetahuan
ibu merupakan salah satu faktor yang berperan dalam pengambilan keputusan untuk
melengkapi imunisasi dasar anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap dengan cakupan imunisasi dasar lengkap
di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cijeungjing. Penelitian menggunakan desain kuantitatif
analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki
anak sasaran imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cijeungjing.
Sampel berjumlah 153 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan data status imunisasi anak,
kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan
tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar
responden memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 61 responden (39,9%), diikuti
pengetahuan cukup sebanyak 52 responden (34,0%) dan pengetahuan kurang sebanyak 40
responden (26,1%). Sebagian besar anak telah memperoleh imunisasi dasar lengkap, yaitu
sebanyak 104 responden (67,9%), sedangkan 49 responden (32,1%) belum memperoleh
imunisasi dasar lengkap. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang
bermakna antara pengetahuan ibu dengan cakupan imunisasi dasar lengkap (p < 0,001).
Berdasarkan tabulasi silang, proporsi anak yang memperoleh imunisasi dasar lengkap lebih
tinggi pada ibu dengan pengetahuan baik (86,9%) dibandingkan pengetahuan cukup
(76,9%) dan pengetahuan kurang (27,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa ibu yang
memiliki pengetahuan lebih baik cenderung memiliki anak dengan status imunisasi dasar
yang lebih lengkap. Oleh karena itu, penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)
mengenai manfaat, jadwal, dan pentingnya imunisasi dasar, disertai peningkatan akses
pelayanan imunisasi, perlu terus dilakukan untuk mendukung peningkatan cakupan
imunisasi dasar lengkap pada anak.