Abstract:
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG
TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN ANTENATAL CARE IBU HAMIL DI PUSKESMAS
RAJADESA KABUPATEN CIAMIS
Een Endang Saputra1, Asri Aprilia Rohman2, Siti Rohmah3
1Program Studi Sarjana Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh
Email:
ABSTRAK
Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan mengakibatkan ibu hamil tidak patuh melakukan pemeriksaan antenatal care serta kurang perilaku positif ibu terhadap pemeriksaan kehamilan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan Antenatal Care Ibu Hamil di Puskesmas Rajadesa Kabupaten Ciamis. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil yang ada di Puskesmas Rajadesa dengan total 80 orang dan teknik sampel adalah simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Rajadesa Kabupaten Ciamis, sebagian besar baik (85%) dan kepatuhan antenatal care ibu hamil sebagian besar patuh (77,5%). Uji analisis chi square didapatkan nilai p=0,000 <0,05, sehingga terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan antenatal care ibu hamil di Puskesmas Rajadesa Kabupaten Ciamis. Kesimpulan: Ibu hamil yang berpengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan maka ibu tersebut akan patuh melakukan pemeriksaan antenatal care. Saran: Bagi ibu hamil yang sudah mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan sebaiknya memberikan informasi kepada ibu hamil yang lain di lingkungan sekitarnya yang masih belum mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan.
Kata Kunci: Pengetahuan, tanda bahaya kehamilan, kepatuhan, antenatal care, ibu hamil