Abstract:
Latar Belakang: Anemia pada remaja merupakan keadaan dimana kadar hemoglogin dalam darah lebih rendah dari nilai rujukan normal. Anemia pada usia remaja putri berkisar antara 20-40% secara global. Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia sekitar 32%. Salah satu penyebab anemia pada remaja adalah karena kehilangan darah pada saat menstruasi. Siklus menstruasi juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri. Tujuan: penelitian untuk mengetahui hubungan anemia terhadap siklus menstruasi pada remaja putri usia 12-15 tahun di SMPN 2 Cimerak Kabupaten Pangandaran. Metode: penelitian kuantitatif desain survey analitik korelasional dengan pendekatan corss sectional, populasi yaitu sebanyak 123 remaja putri yang sudah mengalami menstruasi. Teknik pengambilan sampel degnan total sampling. Variabel independen yaitu anemia. Variabel dependen yaitu siklus menstruasi pada remaja putri usia 12-15 tahun. Analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: analisis univariat menunjukkan bahwa distribusi frekuensi anemia pada remaja putri usia 12-15 tahun sebagian besar tidak mengalami anemia yaitu sebanyak 68 responden (55,3%), siklus menstruasi normal yaitu sebanyak 56,9%). Hasil uji chi square menunjukkan didapatkan p value sebesar 0,000 (<0,05). Kesimpulan: dari penelitian ini adalah terdapat hubungan anemia terhadap siklus menstruasi pada remaja putri usia 12-15 tahun di SMPN 2 Cimerak Kabupaten Pangandaran. Disarankan untuk remaja putri untuk mengikuti program Tablet Tambah Darah (TTD) setiap minggunya disekolah, mengikuti skrining Hb berkala setiap semester dan mengikuti edukasi kesehatan reproduksi melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Kata Kunci : Anemia, Remaja Putri, Siklus Menstruasi