Abstract:
Latar Belakang: Pernikahan remaja atau di usia yang sangat belia kini menjadi masalah serius. Pernikahan yang dilakukan remaja berusia 15–19 tahun diketahui masih tinggi. Data di Puskesmas Jatiwaras tahun 2024 kasus pernikahan dini mencapai 145 orang (16,6%), tahun 2025 menjadi 159 orang (18,5%). Tingginya pernikahan usia dini pada remaja disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor individu maupun faktor luar individu. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini pada remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Jatiwaras Tahun 2026. Metode: jenis penelitian kuantitatif, metode analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi adalah remaja putri menikah usia dini sebanyak 62 orang diperoleh dengan teknik total sampling. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi square. Hasil : sebagian besar pendidikan SMA (54,8%), tingkat pengetahuan yang baik (62,9%), pendapatan orang tua rendah (67,7%). memperoleh dukungan keluarga (61,3%), tidak mengalami kehamilan di luar nikah (80,6%), dan pernikahan usia dini bukan keputusan sendiri (77,4%). Terdapat hubungan antara pendidikan (p value 0,011), pengetahuan (p value 0,001), pendapatan orang tua (0,000), dukungan keluarga (p value 0,002) dan hamil di luar nikah (p value 0,000). Kesimpulan: faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini yaitu pendidikan, pengetahuan, ekonomi/ pendapatan orang tua, dukungan keluarga, kehamilan di luar nikah. Oleh karena itu hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi remaja tentang pernikahan usia dini, sehingga remaja dapat menunda pernikahan sampai cukup usia yaitu minimal 20 tahun.
Kata Kunci : faktor-faktor, pernikahan, puskesmas, remaja