Abstract:
Latar Belakang: ASI eksklusif memegang peranan krusial dalam menunjang tumbuh kembang serta status kesehatan bayi. Meski demikian, cakupannya masih belum memenuhi target nasional, sehingga identifikasi faktor-faktor penentu keberhasilannya perlu dilakukan. Karakteristik individu dan pemahaman ibu diperkirakan berkaitan erat dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.Tujuan: Menganalisis keterkaitan antara karakteristik ibu (meliputi usia, tingkat pendidikan, paritas, dan status pekerjaan) serta tingkat pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif.Metode: Penelitian kuantitatif ini menerapkan rancangan cross-sectional. Populasi mencakup seluruh ibu pemilik bayi usia 0–5 bulan di Desa Surusunda yang berjumlah 41 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, menjadikan seluruh anggota populasi sebagai responden. Data yang bersumber dari kuesioner dan buku KIA dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Sebagian besar responden berada pada rentang usia 20–35 tahun (61,0%), menempuh pendidikan hingga SMA (39,0%), berstatus primigravida (48,8%), tidak bekerja (56,1%), memiliki pemahaman yang baik (56,1%), dan sukses memberikan ASI eksklusif (68,3%). Uji Chi-Square mengonfirmasi adanya hubungan yang signifikan antara usia (ρ=0,001), pendidikan (p=0,012), paritas (p=0,017), pekerjaan (p=0,028), maupun tingkat pengetahuan (p=0,004) dengan pemberian ASI eksklusif.Kesimpulan: Karakteristik diri ibu beserta tingkat pengetahuannya terbukti berhubungan secara signifikan terhadap status pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0–5 bulan di Desa Surusunda, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap.