| dc.description.abstract |
Agroindustri berperan dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian melalui kegiatan pengolahan dan pemasaran, karena produk pertanian bersifat mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan singkong menjadi pikset pada PD Kurnia di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis; (2) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi usaha; serta (3) Merumuskan strategi pemasaran yang tepat. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah dan analisis SWOT untuk menyusun strategi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan 1) Nilai tambah pengolahan singkong menjadi pikset sebesar Rp 20.273,5 per kilogram dengan rasio nilai tambah 74,83%. 2) Faktor internal yang menjadi kekuatan usaha meliputi kepemilikan izin P-IRT, sertifikat halal, merek dagang, cita rasa pedas yang khas, harga terjangkau, label produk, lokasi usaha yang strategis, serta program hadiah dalam kemasan. Kelemahannya meliputi manajemen usaha yang masih sederhana, pemanfaatan promosi digital yang belum optimal, dan promosi yang masih didominasi penjualan langsung serta dari mulut ke mulut. Faktor eksternal menunjukkan peluang berupa perkembangan teknologi digital, pangsa pasar yang luas, dan meningkatnya permintaan makanan ringan, sedangkan ancaman meliputi meningkatnya persaingan, fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku, kenaikan biaya produksi, serta persaingan pemasaran digital. 3) Strategi pemasaran yang direkomendasikan adalah strategi S-O, yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk memafaatkan peluang melalui pemeliharaan kualitas produk, cita rasa khas, legalitas usaha, harga yang kompetitif, program hadiah, meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku dan biaya produksi, memperluas distribusi, serta mengoptimalkan pemasaran digital. |
en_US |