| dc.description.abstract |
Peternakan Susu Kambing Peranakan Etawa (PE) memiliki potensi ekonomi dan menghasikan pendapatan dan menyediakan kesempatan kerja di wilayah pedesaan. Namun, penggunaan teknologi dan peralatan dalam kegiatan produksi dapat meningkatkan efisensi usaha sekaligus membatasi kebutuhan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat rentabilitas dan penyerapan tenaga kerja pada Peternakan Susu Kambing Peranakan Etawa (PE) di Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kauntitatif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan perhitungan penerimaan, biaya produksi,pendapatan, rentabilitas modal sendiri, dan penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi Rp198.168.000 dengan penerimaan Rp438.000.000 per tahun, sehingga memperoleh pendapatan sebesar Rp239.832.000 per tahun. Dengan modal sendiri sebesar Rp600.000.000 yang digunakan untuk ternak, kandang, peralatan, dan modal kerja, tingkat rentabilitas sendiri mencapai 39,97% pertahun dan termasuk kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modal sendiri mampu memberikan pengembalian yang baik karena usaha menghasilkan pendapatan yang relative tinggi dengan biaya produksi yang efisien. Sementara itu, usaha menyerap 3 orang tenaga kerja dari 4.164 angkatan kerja di Desa Petirhilir, sehingga tingkat penyerapan tenaga kerja hanya sebesar 0,07%. Rendahnya penyerapan tenaga kerja berkaitan dengan penggunaan teknologi dan peralatan yang mendukung efisiensi operasional. Dengan demikian, Pure Fresh memliki kinerja finansial yang sangat baik, tapi kontribusi langsung terhadap penyerapan tenaga kerja masih relative kecil |
en_US |