| dc.description.abstract |
Usahatani cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan kegiatan pertanian yang memiliki tingkat ketidakpastian tinggi akibat pengaruh faktor alam maupun faktor teknis budidaya sehingga berpotensi menimbulkan risiko produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi dan menganalisis tingkat risiko produksi usahatani cabi rawit di Desa Tanjungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan metode kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian ditentukan secara sampling bertujuan (purposive sampling), sedangkan responden ditentukan menggunakan metode sampling jenuh (sensus) sebanyak 13 petani cabai rawit. Analisis data untuk mengidentifikasi sumber risiko dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tabulasi, sedangkan analisis tingkat risiko produksi dilakukan menggunakan pendekatan statistik berupa ragam (variance), simpangan baku (standard deviation), dan koefisien variasi (coefficient variation).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber risiko produksi meliputi kualitas bibit/benih, perubahan iklim/cuaca, serangan hama dan penyekit, kualitas pupuk, serta kualitas pestisida. Faktor yang paling dominan adalah serangan hama dan penyakit dengan skor rata-rata 2,49, diikuti perubahan iklim/cuaca sebesar 2,38. Rata-rata produski cabai rawit sebesar 1.085,38 kg, nilai ragam sebesar 253.843,59, simpangan baku sebesar 503,83 dan koefisien variasi sebasar 0,46. Nilai koefisien variasi tersebut menunjukkan bahwa risiko produksi usahatani cabai rawit tergolong rendah (CV <0,50), namun masih mendekati batas kritis sehingga petani perlu menerapkan pengelolaan risiko secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas produksi |
en_US |