| dc.description.abstract |
Penilaian daya saing usahatani perlu membedakan kinerja finansial yang terbentuk pada harga pasar aktual dan kinerja ekonomi yang dihitung berdasarkan harga sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya dan penerimaan pada kedua tingkat harga tersebut serta menilai keunggulan kompetitif dan komparatif usahatani jagung di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitis dengan Policy Analysis Matrix (PAM) sederhana. Data primer diperoleh dari 68 petani yang dipilih melalui simple random sampling dari populasi 207 petani, sedangkan data sekunder digunakan untuk menetapkan harga sosial input dan output. Pada harga privat, penerimaan mencapai Rp483.560.000, biaya input tradeable Rp110.975.800, biaya input non-tradeable Rp136.729.391, dan pendapatan Rp235.854.809. Nilai PCR sebesar 0,367 menunjukkan bahwa usahatani memiliki keunggulan kompetitif. Pada harga sosial, penerimaan sebesar Rp410.058.880, biaya input tradeable Rp264.761.957 biaya input non-tradeable Rp136.729.391, dan pendapatan Rp8.567.532. Nilai DRCR sebesar 0,941 menunjukkan adanya keunggulan komparatif. Temuan ini menunjukkan bahwa usahatani jagung memberikan keuntungan pada kondisi pasar aktual dan tetap menghasilkan pendapatan positif ketika dinilai menggunakan harga sosial. Daya saing perlu dipertahankan melalui penggunaan input yang lebih tepat, pengendalian kehilangan hasil, perbaikan penanganan pascapanen, dan penguatan akses pemasaran. |
en_US |