| dc.contributor.author | hernawati, tuti | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-13T02:52:22Z | |
| dc.date.available | 2026-09-13T02:52:22Z | |
| dc.date.issued | 2026-08-09 | |
| dc.identifier.other | 1520125140 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9819 | |
| dc.description.abstract | Latar Belakang: Keluarga Berencana (KB) pasca salin merupakan strategi kesehatan reproduksi yang penting untuk mencegah kehamilan berjarak dekat, namun cakupannya di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Pataruman 2 Kota Banjar masih rendah, dengan jumlah peserta KB baru pasca persalinan tahun 2025 hanya sebanyak 193 akseptor. Self efficacy ibu nifas diduga menjadi salah satu determinan psikologis penting yang memengaruhi keputusan pemilihan metode KB pasca salin, khususnya dalam hal pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self efficacy ibu nifas dengan pemilihan KB pasca salin di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Pataruman 2 Kota Banjar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Pataruman 2 Kota Banjar periode April– Juni 2026 sebanyak 169 orang. Sampel diambil dengan teknik total sampling berjumlah 70 responden. Self efficacy diukur menggunakan kuesioner General Self Efficacy Scale (GSES), sedangkan pemilihan KB pasca salin diukur melalui lembar checklist berdasarkan rekam medis dan wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan Continuity Correction pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Sebagian besar ibu nifas memiliki self efficacy rendah (65,7%) dan memilih KB pasca salin jenis Non MKJP (80,0%). Seluruh ibu nifas dengan self efficacy rendah (100,0%) memilih Non MKJP, sedangkan ibu nifas dengan self efficacy tinggi lebih banyak memilih MKJP (58,3%). Hasil uji statistik Chi-Square dengan Continuity Correction diperoleh nilai sebesar 29,995 dengan p-value < 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy ibu nifas dengan pemilihan KB pasca salin di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Pataruman 2 Kota Banjar. Ibu nifas dengan self efficacy tinggi cenderung lebih banyak memilih MKJP dibandingkan ibu nifas dengan self efficacy rendah. | en_US |
| dc.description.sponsorship | Sri Heryani, SST., M.Tr.Keb Ratna Suminar, SST., M.Tr.Keb | en_US |
| dc.publisher | S1 Kebidanan | en_US |
| dc.subject | Ibu Nifas, KB Pasca Salin, Self Efficacy | en_US |
| dc.title | HUBUNGAN SELF EFFICACY IBU NIFAS DENGAN PEMILIHAN KB PASCA SALIN DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS PATARUMAN 2 KOTA BANJAR | en_US |
| dc.type | Other | en_US |