Abstract:
Latar Belakang: Keluarga Berencana (KB) pasca salin merupakan strategi
kesehatan reproduksi yang penting untuk mencegah kehamilan berjarak dekat,
namun cakupannya di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Pataruman 2 Kota
Banjar masih rendah, dengan jumlah peserta KB baru pasca persalinan tahun 2025
hanya sebanyak 193 akseptor. Self efficacy ibu nifas diduga menjadi salah satu
determinan psikologis penting yang memengaruhi keputusan pemilihan metode
KB pasca salin, khususnya dalam hal pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka
Panjang (MKJP). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
self efficacy ibu nifas dengan pemilihan KB pasca salin di Wilayah Kerja BLUD
UPTD Puskesmas Pataruman 2 Kota Banjar. Metode: Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan
pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas di
Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Pataruman 2 Kota Banjar periode April–
Juni 2026 sebanyak 169 orang. Sampel diambil dengan teknik total sampling
berjumlah 70 responden. Self efficacy diukur menggunakan kuesioner General
Self Efficacy Scale (GSES), sedangkan pemilihan KB pasca salin diukur melalui
lembar checklist berdasarkan rekam medis dan wawancara. Analisis data
menggunakan uji Chi-Square dengan Continuity Correction pada tingkat
kepercayaan 95%. Hasil: Sebagian besar ibu nifas memiliki self efficacy rendah
(65,7%) dan memilih KB pasca salin jenis Non MKJP (80,0%). Seluruh ibu nifas
dengan self efficacy rendah (100,0%) memilih Non MKJP, sedangkan ibu nifas
dengan self efficacy tinggi lebih banyak memilih MKJP (58,3%). Hasil uji
statistik Chi-Square dengan Continuity Correction diperoleh nilai sebesar 29,995
dengan p-value < 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang
signifikan antara self efficacy ibu nifas dengan pemilihan KB pasca salin di
Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Pataruman 2 Kota Banjar. Ibu nifas
dengan self efficacy tinggi cenderung lebih banyak memilih MKJP dibandingkan
ibu nifas dengan self efficacy rendah.