Abstract:
Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika melalui proses berpikir yang sistematis, logis, dan terarah. Namun, kemampuan tersebut masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara peserta didik yang belajar menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah dan peserta didik yang belajar menggunakan model Project-Based Learning (PjBL). Penelitian ini menggunakan metode quasi-experiment dengan desain Two-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTs Negeri 13 Ciamis Tahun Pelajaran 2025/2026. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen I dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen II. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi statistika. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematis antara kedua kelas. Kedua model pembelajaran sama-sama mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan kategori sedang, di mana Project-Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah maupun Project-Based Learning (PjBL) memberikan dampak peningkatan yang setara. Dengan demikian, penerapan Project-Based Learning (PjBL) berbasis Penghijauan Sekolah maupun Project-Based Learning (PjBL) sama-sama dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis pada pembelajaran matematika