Abstract:
Integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan telah muncul
sebagai pendekatan strategis untuk meningkatkan hasil pembelajaran serta mengatasi
menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh persepsi siswa terhadap AI terhadap kompetensi kejuruan dan
minat karier di bidang pertanian pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Agribisnis.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksplanatori
sekuensial yang melibatkan 170 siswa dari tiga program agribisnis. Data dikumpulkan
melalui kuesioner terstruktur berdasarkan Expectancy-Value Theory (EVT), yang
mencakup pengetahuan AI, persepsi nilai/manfaat AI, dan persepsi biaya/hambatan AI
sebagai variabel independen, serta kompetensi kejuruan dan minat karier sebagai variabel
dependen.
Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji F, koefisien
determinasi (R²), dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi
nilai/manfaat AI merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kompetensi kejuruan
dan minat karier, diikuti oleh pengetahuan AI, sedangkan persepsi biaya/hambatan
memberikan pengaruh negatif.
Model penelitian mampu menjelaskan 58% variasi kompetensi kejuruan dan 52% variasi
minat karier. Selain itu, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan
AI dan persepsi nilai AI antarprogram studi, sedangkan persepsi biaya tidak menunjukkan
perbedaan yang signifikan.
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan persepsi siswa terhadap nilai dan relevansi
AI sangat penting untuk memperkuat kompetensi kejuruan serta meningkatkan minat
terhadap karier di sektor pertanian. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi AI
dalam pendidikan agribisnis sebagai strategi untuk meningkatkan daya tarik sektor
pertanian bagi generasi muda.