Abstract:
ABSTRAK
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah status gizi. Namun, hasil penelitian mengenai hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 91 remaja putri kelas VII SMPN Satu Sidamulih. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan kejadian anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56 responden (61,5%) memiliki status gizi berisiko dan 35 responden (38,5%) memiliki status gizi tidak berisiko. Sebanyak 65 responden (71,4%) tidak mengalami anemia, 17 responden (18,7%) mengalami anemia ringan, dan 9 responden (9,9%) mengalami anemia sedang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,901 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas VII di SMPN Satu Sidamulih Kecamatan Sidamulih Tahun 2026. Kejadian anemia pada remaja putri diduga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti asupan zat besi, pola makan, kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah, kondisi menstruasi, penyakit infeksi, serta faktor kesehatan lainnya. Oleh karena itu, upaya pencegahan anemia perlu dilakukan secara komprehensif melalui edukasi gizi, penerapan pola makan bergizi seimbang, konsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin, dan skrining kadar hemoglobin secara berkala.
Kata Kunci: anemia, hemoglobin, indeks massa tubuh, remaja putri, status gizi