Abstract:
Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) berisiko memicu komplikasi neuropati perifer yang menurunkan sensitivitas kaki dan meningkatkan risiko ulkus. Kasus Ny. I di Desa Cidolog menunjukkan keluhan kaki kebas, kesemutan, dan penurunan sensasi taktil. Senam kaki diabetik menjadi solusi nonfarmakologis untuk memperbaiki sirkulasi dan menstimulasi saraf perifer. Tujuannya menganalisis asuhan keperawatan keluarga pada Ny. I melalui penerapan senam kaki diabetik untuk meningkatkan sensitivitas kaki di Desa Cidolog. Menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan family-centered care pada Ny. I (47 tahun) dan keluarga. Intervensi senam kaki diabetik (10–15 menit/sesi) dilakukan selama 3 hari dan dipantau melalui catatan perkembangan. Sensitivitas diuji dengan light touch test kapas pada 10 titik plantar kaki, disertai monitoring GDS. Hasil pengkajian awal menunjukkan kaki dingin, kebas, skor sensitivitas rendah (4/10 titik), dan GDS 196 mg/dL dengan diagnosa Perfusi Perifer Tidak Efektif. Evaluasi akhir menunjukkan masalah teratasi: skor sensitivitas naik menjadi 8/10 titik, kesemutan berkurang, akral hangat, CRT < 3 detik, dan GDS turun stabil ke 154 mg/dL. Kemandirian keluarga dalam merawat kaki juga meningkat. Kesimpulan: Senam kaki diabetik berbasis keluarga efektif meningkatkan sirkulasi perifer, sensitivitas kaki, dan stabilitas kadar gula darah pasien DM Tipe 2.
Description:
Pembimbing I ( Asri Aprilia Rohman, S.Kep., Ners., M.Kes )
Pembimbing II ( Siti Rohimah, S. Kep., Ners., M. Kep )
Penguji I (Ginanjar,S.Kep.,Ners.,M.Kep.,Sp.Kep.Kom )
Penguji II ( Asri Aprilia Rohman, S.Kep., Ners., M.Kes )