Unigal Repository

PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN MOULDING DI PT SYNERGY KARYA CEMERLANG DI PT SYNERGY KARYA CEMERLANG DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE

Show simple item record

dc.contributor.author Bahtiar, Restu Muhammad
dc.date.accessioned 2026-09-12T03:48:04Z
dc.date.available 2026-09-12T03:48:04Z
dc.date.issued 2026-08-27
dc.identifier.other Dinastiar
dc.identifier.uri http://repository.unigal.ac.id:8080/handle/123456789/9759
dc.description.abstract Fokus penelitian ini adalah mesin moulding di PT Synergy Karya Cemerlang. Mesin-mesin ini terus mengalami masalah seperti penundaan waktu, penurunan kecepatan produksi, dan produk yang rusak, yang semuanya menyebabkan proses produksi tidak berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat efektivitas mesin moulding dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), menemukan penyebab rendahnya efektivitas berdasarkan analisis Six Big Losses, dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan dengan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM). Dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Ini mencakup data tentang waktu produksi, penundaan produksi, output produksi, waktu siklus ideal, dan produk cacat. Pengukuran OEE didasarkan pada tiga elemen utama: ketersediaan, kinerja, dan kualitas. Kemudian six big losses dievaluasi dan penyebabnya diidentifikasi dengan menggunakan diagram Pareto dan fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin moulding selama periode Juli–Desember sebesar 55%, masih berada di bawah standar JIPM sebesar 85%. Nilai tersebut terdiri dari rata-rata Availability sebesar 80%, Performance sebesar 81%, dan Quality sebesar 85%. Hasil analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa faktor kerugian dominan adalah Breakdown Losses sebesar 39,80%, Reduced Speed Losses sebesar 29,04%, dan Defect and Rework Losses sebesar 23,36%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rendahnya efektivitas mesin terutama dipengaruhi oleh downtime yang disebabkan oleh kerusakan komponen, penurunan kecepatan mesin, dan produk yang tidak memenuhi standar kualitas. Menurut hasil analisis, perbaikan yang disarankan meliputi penerapan perawatan pencegahan secara teratur pada komponen penting, penerapan perawatan mandiri yang dibantu oleh operator, peningkatan pengendalian kualitas, penyediaan suku cadang penting, dan evaluasi berkala nilai OEE. Diharapkan bahwa implementasi rekomendasi ini akan mengurangi kerugian produksi, meningkatkan ketersediaan, kinerja, dan kualitas, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses. Kata kunci: Total Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectivenes (OEE), Enam Kerusakan Besar, Efektivitas Mesin, Mesin Moulding. en_US
dc.description.sponsorship Ir. Maman Hilman, S.T.,..M.T. Ir. R.Gamar Pratama K N, S.T..,M.T. en_US
dc.language.iso en en_US
dc.publisher Teknik Industri, Fakultas Teknik en_US
dc.subject Total Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectivenes (OEE), Enam Kerusakan Besar, Efektivitas Mesin, Mesin Moulding. en_US
dc.title PENINGKATAN EFEKTIVITAS MESIN MOULDING DI PT SYNERGY KARYA CEMERLANG DI PT SYNERGY KARYA CEMERLANG DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repository


Browse

My Account