| dc.description.abstract |
maupun nasional terus mengalami peningkatan. Di RSUD Pandega Pangandaran,
angka kejadian SC pada tahun 2025 tergolong tinggi yaitu mencapai 69,2% dari
total persalinan. Tingginya angka ini menuntut evaluasi kritis mengenai ketepatan
indikasi medis sebagai dasar pengambilan keputusan klinis.
Tujuan: Menganalisis hubungan antara indikasi medis (Preeklampsia Berat/PEB,
riwayat SC sebelumnya, dan kelainan letak) dengan kejadian persalinan Sectio
Caesarea di RSUD Pandega Pangandaran Tahun 2025.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain
observasional analitik melalui pendekatan retrospective cross-sectional. Populasi
penelitian adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Pandega Pangandaran tahun 2025
sebanyak 2.335 kasus. Sampel penelitian berjumlah 342 responden yang ditentukan
dengan rumus Slovin dan diambil menggunakan teknik systematic random
sampling. Pengumpulan data sekunder dilakukan dari rekam medis. Analisis data
meliputi analisis univariat (distribusi frekuensi) dan analisis bivariat menggunakan
uji Chi-Square (a = 0,05).
Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas ibu bersalin
menjalani persalinan SC sebanyak 214 responden (62,6%). Responden yang
mengalami PEB sebanyak 135 orang (39,5%), riwayat SC sebelumnya 73 orang
(21,3%), dan kelainan letak janin 68 orang (19,9%). Analisis bivariat menunjukkan
adanya hubungan yang signifikan antara Preeklampsia Berat (p = 0,000), riwayat
SC sebelumnya (p = 0,000), dan kelainan letak (p = 0,000) dengan kejadian
persalinan Sectio Caesarea.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Preeklampsia Berat
(PEB), riwayat SC sebelumnya, dan kelainan letak janin dengan kejadian persalinan
Sectio Caesarea di RSUD Pandega Pangandaran Tahun 2025.
Kata Kunci: Indikasi Medis, Kelainan Letak, Preeklampsia Berat, Riwayat SC,
Sectio Caesarea. |
en_US |
| dc.description.sponsorship |
Dr. Bdn. Widya M.N., SST., M.Kes., M.Tr.Keb.
Bdn. Ratna Suminar, SST., M.Tr.Keb. |
en_US |